Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Bupati Lembata Hadiri Tahbisan Uskup Larantuka, Teguhkan Semangat 'Satu Tubuh, Satu Roh, Satu Harapan'

Atas nama Pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Lembata, saya menyampaikan selamat dan proficiat kepada Mgr. Yohanes Hans Monteiro atas Tahbisan Episkopal sebagai Uskup Keuskupan Larantuka.

Admin
Rabu, 11 Februari 2026 | 14:34:54 WIB
Dok. Prokopim Setda Lembata

Flotim, Pojoknesia.com - Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata, Paskalis Ola Tapo Bali, menghadiri perayaan Tahbisan Uskup Keuskupan Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, yang berlangsung khidmat di Gereja Katedral Reinha Rosari, Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Selasa (11/2/2026).

Mgr. Yohanes Hans Monteiro ditunjuk oleh Paus Leo XIV pada 22 November 2025 dan secara resmi menerima Tahbisan Episkopal dalam perayaan yang dipimpin oleh Uskup Penahbis, Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Uskup Emeritus Larantuka. Turut mendampingi sebagai uskup ko-konselebran, Mgr. Paulus Budi Kleden, Uskup Agung Ende, dan Mgr. Ewaldus Martinus Sedu, Uskup Maumere.

Perayaan agung ini dihadiri Pelaksana Tugas Duta Besar Vatikan, 38 Uskup se-Indonesia, Direktur Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Anggota DPR RI, Gubernur Nusa Tenggara Timur, pimpinan dan anggota DPRD Provinsi NTT, Bupati Flores Timur, Bupati Sikka, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata, para imam, biarawan-biarawati, tokoh masyarakat, tokoh adat, insan pers, serta lebih dari 5.000 umat yang memadati Katedral Larantuka.

Dalam sambutannya, Mgr. Fransiskus Kopong Kung menegaskan bahwa tahbisan ini bukan semata karya manusia, melainkan karya Roh Kudus. “Hari ini, bukan saya yang mentahbiskan kamu, tetapi Roh Kuduslah yang mentahbiskan kamu menjadi Uskup. Terimalah tugas dan tanggung jawab ini dengan penuh kasih. Kami semua percaya dan mendoakan,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutan perdananya sebagai Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro menekankan bahwa tahbisan episkopal adalah panggilan dan rahmat Allah, bukan kehendak pribadi.

“Tahbisan Episkopal bukan pertama-tama suatu kehormatan pribadi, melainkan sebuah pelayanan bagi Gereja. Saya tidak datang sebagai pemilik Gereja, melainkan sebagai pelayan persekutuan, penjaga kesatuan, dan saksi pengharapan,” ungkapnya.

Mengutip ajaran Konsili Vatikan II dalam Lumen Gentium 21, ia menegaskan bahwa episkopal adalah kepenuhan sakramen tahbisan yang menempatkan seorang Uskup dalam kesinambungan para rasul sebagai tanda kehadiran Kristus di tengah umat-Nya.

Uskup Hans juga menyampaikan refleksi mendalam tentang makna salib dalam panggilan imamat. “Imamat tanpa salib berarti kekuasaan. Imamat dengan salib berarti penyerahan diri dan pengorbanan. Di salib dan melalui salib, panggilan dimurnikan,” tuturnya.

Ia mengakui bahwa perayaan tahbisan berlangsung di tengah situasi keuskupan yang masih terluka akibat erupsi Gunung Lewotobi di Flores Timur serta aktivitas fluktuatif Gunung Ile Lewotolok di Lembata. Dalam situasi ini, Gereja dipanggil untuk hadir, mendengarkan, dan menemani umat dengan kasih dan solidaritas.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam sambutannya menekankan pentingnya solidaritas dan persatuan, sejalan dengan moto episkopal Uskup baru, “Unum Corpus, Unus Spiritus, Una Spes” (Satu Tubuh, Satu Roh, Satu Harapan). Ia menyebut kehadiran Uskup Hans sebagai momen berharga bagi Keuskupan Larantuka dan Provinsi NTT, seraya mendoakan kesehatan Uskup Emeritus Mgr. Fransiskus Kopong Kung.

Mewakili Menteri Agama RI, Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama, Suparman, menegaskan bahwa Gereja memiliki peran strategis sebagai pemimpin moral yang memberi energi baru bagi pelayanan umat dan kontribusi bagi bangsa. Ia menilai kesiapan Mgr. Hans kembali melayani di tanah kelahirannya menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun umat.

Dalam sesi wawancaranya, Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, menyampaikan ucapan selamat dan harapan penuh makna atas Tahbisan Episkopal Mgr. Yohanes Hans Monteiro sebagai Uskup Keuskupan Larantuka.

 “Atas nama Pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Lembata, saya menyampaikan selamat dan proficiat kepada Mgr. Yohanes Hans Monteiro atas Tahbisan Episkopal sebagai Uskup Keuskupan Larantuka. Ini adalah rahmat dan kebanggaan bagi Gereja serta masyarakat Nusa Tenggara Timur. Kami percaya, di bawah kepemimpinan beliau, Keuskupan Larantuka akan semakin bertumbuh sebagai Gereja yang dewasa, mandiri, dan misioner dalam semangat Unum Corpus, Unus Spiritus, Una Spes - satu tubuh, satu roh, satu harapan.”

“Di tengah berbagai tantangan, termasuk situasi bencana yang masih dirasakan umat di Flores Timur dan Lembata, kehadiran Gereja sangat dibutuhkan sebagai sumber penguatan iman, solidaritas, dan kepedulian sosial. Pemerintah Kabupaten Lembata siap bersinergi dan berjalan bersama Gereja demi membangun masyarakat yang rukun, beriman, dan sejahtera. Tuhan memberkati pelayanan Mgr. Hans Monteiro.”ucap bupati

Kehadiran Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Lembata dalam momentum bersejarah ini merupakan bentuk dukungan dan sinergi antara pemerintah daerah dan Gereja dalam membangun masyarakat yang beriman, rukun, dan sejahtera. (Prokompim/Kominfo Lembata) ***


Bagikan

Berita Terkini

Bupati Pastikan TPP ASN Lembata Dibayar 12 Bulan

Melalui kebijakan tersebut, Bupati Kanis Tuaq berharap seluruh ASN semakin termotivasi untuk meningkatkan kinerja, terut

| Senin, 12 Oktober 2026
Bupati Sampaikan Duka Mendalam, Perintahkan Penanganan Cepat Bagi Korban

Ia telah memerintahkan Sekretaris Daerah untuk mengerahkan seluruh jajaran terkait guna menangani peristiwa ini secara

| Selasa, 06 Oktober 2026
HUT ke-27 Lembata, Pemkab Matangkan Beragam Program Strategis

Persiapan tidak hanya diarahkan pada seremoni peringatan, tetapi juga dikonsolidasikan dengan sejumlah kegiatan pembangu

| Senin, 05 Oktober 2026
Kolaborasi Pemkab Lembata dan Yayasan Sosial Ibu Anfrida Perkuat Upaya Eliminasi Kusta 2030

Kedua pihak juga menargetkan percepatan eliminasi kusta di Lembata pada 2030, sekaligus mendorong kesetaraan, inklusi so

| Senin, 28 September 2026
Gangguan Kabel Laut Lewoleba–BU2, Telekomunikasi di Lembata Terdampak

Berdasarkan hasil pengukuran, gangguan terindikasi disebabkan oleh putusnya kabel pada segmen laut ruas Lewoleba–BU2.

| Kamis, 01 Oktober 2026
Pembangunan PLTP Atadei 10 MW Mulai Dipercepat, Operasi Ditargetkan 2030

Perwakilan Bagian Perizinan PT PLN UIP Nusra Wilayah Mataram, Kristanto, menjelaskan proyek ini merupakan program strate

| Rabu, 30 September 2026
Terima Aspirasi FOKAL, Pemkab Lembata Kaji Delapan Tuntutan

Dalam pertemuan tersebut, FOKAL menyampaikan delapan tuntutan yang sebagiannya terkait klarifikasi penggunaan dana insen

| Selasa, 29 September 2026
Bupati Lembata Kaji TPP bagi 255 PPPK Paruh Waktu

Kepastian itu disampaikan Bupati saat bertemu dengan para PPPK Paruh Waktu di Ruang Rapat Bupati Lembata, Kamis, 24 Sep

| Sabtu, 26 September 2026
Groundbreaking KNMP Lembata Dimulai, Enam Lokasi Disiapkan

Program tersebut menjadi bagian dari agenda KKP untuk membangun kawasan pesisir yang lebih produktif melalui penguatan s

| Jumat, 25 September 2026
Revitalisasi Sekolah di Lembata Diguyur Rp20 Miliar, Dinas Minta Laporan Fisik

Sebanyak 46 gedung sedang dikerjakan dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua bulan ke depan, sedangkan 16 lainnya

| Jumat, 18 September 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan