Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


PAD Lembata Melambat, Bupati Kanis; Percepat Kinerja dan Optimalisasi

Pemerintah daerah mengidentifikasi sejumlah faktor yang memengaruhi lambatnya realisasi PAD, terutama pada sektor pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB).

Admin
Selasa, 17 Maret 2026 | 10:13:34 WIB
Dok. Prokompim Setda Lembata

Lembata, Pojoknesia.com — Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lembata pada Triwulan I Tahun Anggaran 2026 menunjukkan tren melambat. Hingga pertengahan Maret, capaian PAD baru menyentuh Rp 3,63 miliar atau 7,48 persen dari target tahunan sebesar Rp 48,5 miliar. 

Data tersebut terungkap dalam rapat evaluasi APBD yang dipimpin Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, bersama Wakil Bupati H. Muhamad Nasir dan jajaran pimpinan OPD di ruang rapat bupati, Senin (16/3/26).

Baca Juga; https://pojoknesia.com/di-forum-legio-maria-bupati-lembata-singgung-fiskal-daerah-dan-minta-warga-tak-bergantung-penuh-pada-bantuan-pemerintah

Jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, kinerja PAD tahun ini mengalami perlambatan secara persentase. Pada Maret 2025, realisasi PAD mencapai 8,11 persen dari target Rp 44 miliar. 

Meski secara nominal tahun ini sedikit lebih tinggi, laju pencapaiannya dinilai belum cukup kuat untuk mengimbangi kenaikan target pendapatan daerah.

Pemerintah daerah mengidentifikasi sejumlah faktor yang memengaruhi lambatnya realisasi PAD, terutama pada sektor pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB). 

Baca Juga; https://pojoknesia.com/antisipasi-harga-pangan-pemerintah-lembata-gelontorkan-75-ton-pangan-murah

Aktivitas pengambilan material tambang untuk kebutuhan proyek konstruksi dinilai belum sepenuhnya tercatat secara optimal, sehingga potensi penerimaan pajak daerah dari sektor ini belum tergarap maksimal.

Selain sektor tambang, kontribusi dari retribusi daerah juga belum menunjukkan peningkatan signifikan. Sejumlah pos pendapatan bahkan tercatat masih nol persen realisasi pada Triwulan I, menandakan adanya potensi yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh perangkat daerah.

Bupati Kanis Tuaq menegaskan perlunya langkah konkret untuk mempercepat capaian PAD. Ia meminta seluruh OPD meningkatkan pengawasan di lapangan, khususnya terhadap aktivitas pengambilan material tambang, serta memperkuat sistem pemungutan retribusi daerah.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/operasi-ketupat-2026-dimulai-polres-lembata-siaga-amankan-arus-mudik

“Pendekatan tidak boleh lagi sekadar administratif, tetapi harus berbasis data dan kondisi riil di lapangan,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah menyiapkan sejumlah strategi, antara lain penambahan petugas pemungut pajak, penataan dan pengelolaan lokasi kuari, serta penyediaan sarana pendukung pemungutan pajak agar lebih efektif dan transparan. 

Langkah ini diharapkan dapat mulai berjalan optimal pada Triwulan II hingga akhir tahun anggaran 2026. Wakil Bupati Muhamad Nasir menilai evaluasi ini menjadi momentum penting untuk memperbaiki kinerja keuangan daerah secara menyeluruh.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/pemerintah-lembata-bahas-revitalisasi-depot-bbm-bersama-pt-grayson-alfarezy-sapujagad

Menurutnya, optimalisasi PAD tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan, tetapi juga menentukan kemampuan daerah dalam membiayai program pembangunan dan pelayanan publik.

Pemerintah Kabupaten Lembata optimistis, melalui penguatan pengawasan, perbaikan tata kelola, serta optimalisasi sektor tambang dan retribusi, target PAD tahun 2026 masih dapat dikejar pada triwulan berikutnya.

Namun demikian, percepatan implementasi di lapangan menjadi kunci agar potensi pendapatan tidak kembali terlewatkan. ***


Bagikan

Berita Terkini

Bupati Lembata Lantik Yohakim Dasion Jadi Kades PAW Lamalera A

Selain pelantikan Kades, Ketua TP-PKK Kecamatan Wulandoni pada kesempatan yang sama juga melantik Ketua TP-PKK sekaligu

| Rabu, 09 September 2026
Liga Persebata 2026 Resmi Dimulai, Sportivitas Jadi Sorotan Wabup Nasir

Wabup Nasir menegaskan bahwa sepak bola mengajarkan nilai penting dalam kehidupan, yakni kerja keras, disiplin, sportivi

| Senin, 07 September 2026
Pimpin Rapat Evaluasi APBD 2026, Bupati Kanis: OPD Jangan Fokus Menghabiskan Anggaran

Rapat evaluasi ini guna memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan efektif, disiplin, dan tepat sasaran.

| Jumat, 04 September 2026
Lembata Bidik Investasi Jambu Mete, Bupati Kanis Genjot Peremajaan 2 Ribu Hektar

Selain pengembangan jambu mete, Pemerintah Kabupaten Lembata juga terus mendorong program strategis pertanian melalui pe

| Senin, 31 Agustus 2026
Bupati Lembata Lantik Kepsek dan Guru, Ingatkan Pentingnya Dedikasi

Secara keseluruhan 90 kepala sekolah menerima SK sebagai bagian dari penataan, terdiri dari jenjang PAUD 14 orang, SD 62

| Sabtu, 29 Agustus 2026
Dorong Kemandirian Pakan Ternak, Bupati Lembata Libatkan Bank NTT

Bupati Kanis menjadikan momen pertemuan itu sebagai bagian dari upaya membangun kolaborasi lintas sektor antara pemerin

| Jumat, 28 Agustus 2026
Hadapi Ancaman Kekeringan, Bupati Lembata Resmikan Sumur Bor

Kehadiran fasilitas sumur bor diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat sekaligus memperkuat kesiapsi

| Jumat, 28 Agustus 2026
Pemkab Lembata Gandeng Bank NTT, Hadirkan Layanan Publik Terpadu Satu Atap

Penandatanganan yang berlangsung di Aula Mal Pelayanan Publik Kabupaten Lembata itu dilakukan langsung oleh Bupati Lemba

| Kamis, 06 Agustus 2026
Kedang Didorong Jadi Destinasi Baru, Bupati Lembata Serahkan Bantuan Nelayan dan Pangan

Bantuan mesin disalurkan kepada kelompok nelayan tiga desa, yakni Kalikur, Mampir, dan Tobotani, yang merupakan aspiras

| Kamis, 27 Agustus 2026
Bank NTT Hadir di Wulandoni, Dorong Kawasan Selatan Lembata Jadi Sentra Ekonomi Baru

Keberadaan pelabuhan perintis telah membuka ruang ekonomi yang lebih luas. Namun, konektivitas tersebut perlu diperkuat

| Selasa, 25 Agustus 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan