Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Groundbreaking KNMP Lembata Dimulai, Enam Lokasi Disiapkan

Program tersebut menjadi bagian dari agenda KKP untuk membangun kawasan pesisir yang lebih produktif melalui penguatan sarana perikanan.

Admin
Jumat, 25 September 2026 | 13:36:37 WIB
Dok. Prokopim Setda Lembata

Lembata, Pojoknesia.com — Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Lembata resmi dimulai. Groundbreaking proyek program prioritas nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu ditandai penekanan tombol sirene dan peletakan batu pertama oleh Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq bersama Wakil Bupati H. Muhamad Nasir dan Wakil Ketua II DPRD Lembata Gewura Fransiskus di kawasan TPI Kampung Nyamuk, Kelurahan Lewoleba Tengah, Kamis, 24 September 2026.

Program tersebut menjadi bagian dari agenda KKP untuk membangun kawasan pesisir yang lebih produktif melalui penguatan sarana perikanan, kelembagaan koperasi, integrasi hulu-hilir, serta perluasan akses pasar bagi nelayan. Dalam kebijakan KKP 2026, KNMP ditempatkan sebagai salah satu program prioritas Presiden Prabowo untuk mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/revitalisasi-sekolah-di-lembata-diguyur-rp20-miliar-dinas-minta-laporan-fisik

Kepala Dinas Perikanan Lembata Hadi Umar mengatakan, keberhasilan Lembata mendapatkan enam titik KNMP merupakan hasil komunikasi intensif pemerintah daerah dengan KKP. Upaya itu juga mendapat dukungan sejumlah anggota DPR RI asal NTT, di antaranya Ahmad Yohan, Julie Sutrisno Laiskodat dan H. Sulaeman L. Hamzah.

Enam lokasi tersebut berada di Kampung Nyamuk, Kelurahan Lewoleba Tengah, Kecamatan Nubatukan; Desa Babokerong, Kecamatan Nagawutung; Desa Pante Harapan, Kecamatan Wulandoni; Desa Tapolango, Kecamatan Lebatukan; serta Desa Wailolong dan Desa Balauring di Kecamatan Omesuri.

Menurut Hadi, KNMP tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Kawasan ini dirancang untuk mengintegrasikan nelayan, koperasi dan pasar, sekaligus memperkuat rantai dingin melalui fasilitas penyimpanan hasil tangkapan. Sarana pendukung seperti unit pengolahan ikan, perbengkelan dan kebutuhan energi juga menjadi bagian dari ekosistem yang dibangun.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/boxing-camp-jadi-ruang-baru-generasi-muda-lembata-meniti-karier-tinju

Wakil Ketua II DPRD Lembata Gewura Fransiskus mengatakan, kehadiran KNMP menunjukkan kemampuan pemerintah daerah menghubungkan kebutuhan daerah dengan program strategis pemerintah pusat.

“Ini adalah sebuah kemajuan, keberhasilan di dalam membaca program strategis nasional, program strategis regional, kemudian dikaitkan dengan program-program prioritas Kabupaten Lembata,” kata Gewura.

Ia mengatakan, pembangunan kawasan pesisir tersebut pada akhirnya harus bermuara pada penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan masyarakat. Menurut dia, KNMP juga membuka peluang untuk menata kawasan pesisir menjadi pusat kegiatan ekonomi yang menghubungkan produksi, koperasi, pasar dan konsumen.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/melalui-program-desa-berdaya-pln-uip-nusra-perluas-akses-air-bersih

Bupati Kanis Tuaq mengatakan proses menghadirkan program tersebut di Lembata berlangsung panjang dan tidak mudah. Pemerintah daerah sejak 2024 melakukan berbagai upaya hingga akhirnya KKP menetapkan enam lokasi pembangunan pada 2026.

“Perjalanan begitu panjang, tidak gampang, tidak mudah untuk mencapai puncak hari ini,” ujar Kanisius.

Ia meminta seluruh unsur pemerintah, DPRD, aparat keamanan, pemerintah desa dan masyarakat ikut mengawal pelaksanaan proyek tersebut. Waktu pengerjaan yang relatif singkat hingga Desember 2026, kata dia, membutuhkan dukungan semua pihak agar pembangunan berjalan tanpa hambatan.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/bupati-lembata-lantik-yohakim-dasion-jadi-kades-paw-lamalera-a

“Ini program strategis, programnya Pak Prabowo. Jadi tugas mulai dari pihak keamanan, pemerintah desa, kecamatan, kita kawal sama-sama,” katanya.

Bupati Kanis juga meminta kontraktor pelaksana, PT Tri Sama Sakti Contractor, mempercepat pekerjaan tanpa mengabaikan kualitas. Penyuluh perikanan diminta ikut mengawal agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi nelayan.

“Lebih cepat lebih bagus. Penyuluh perikanan, kawal baik-baik,” ujar dia.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/liga-persebata-2026-resmi-dimulai-sportivitas-jadi-sorotan-wabup-nasir

Bagi pemerintah daerah, KNMP di Kampung Nyamuk sekaligus menjadi bagian dari penataan kawasan pesisir Lewoleba. Kanisius meminta pembangunan kawasan tersebut memperhatikan kualitas lingkungan dan wajah kota.

“Ini wajah kota, jadi kampung nelayan ini harus lebih baik,” katanya.

KKP sendiri menempatkan pembangunan KNMP sebagai instrumen untuk memperbaiki produktivitas ekonomi masyarakat pesisir, bukan sekadar pembangunan infrastruktur. Sejumlah fasilitas yang dikembangkan dalam program ini antara lain gudang beku, pabrik es, bengkel kapal, sentra kuliner dan kios perbekalan nelayan.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/pimpin-rapat-evaluasi-apbd-2026-bupati-kanis-opd-jangan-fokus-menghabiskan-anggaran

Ground breaking di Lewoleba dihadiri sejumlah anggota DPRD Lembata, Forkopimda, staf ahli dan asisten daerah, pimpinan instansi vertikal, pimpinan OPD, Camat Nubatukan, Lurah Lewoleba Tengah, pimpinan BUMN/BUMD, kontraktor dan konsultan pengawas, perwakilan penerima bantuan, serta nelayan, pembudidaya dan pelaku usaha perikanan. (Prokompim/Kominfo Lembata) ***


Bagikan

Berita Terkini

Gangguan Kabel Laut Lewoleba–BU2, Telekomunikasi di Lembata Terdampak

Berdasarkan hasil pengukuran, gangguan terindikasi disebabkan oleh putusnya kabel pada segmen laut ruas Lewoleba–BU2.

| Kamis, 01 Oktober 2026
Pembangunan PLTP Atadei 10 MW Mulai Dipercepat, Operasi Ditargetkan 2030

Perwakilan Bagian Perizinan PT PLN UIP Nusra Wilayah Mataram, Kristanto, menjelaskan proyek ini merupakan program strate

| Rabu, 30 September 2026
Terima Aspirasi FOKAL, Pemkab Lembata Kaji Delapan Tuntutan

Dalam pertemuan tersebut, FOKAL menyampaikan delapan tuntutan yang sebagiannya terkait klarifikasi penggunaan dana insen

| Selasa, 29 September 2026
Bupati Lembata Kaji TPP bagi 255 PPPK Paruh Waktu

Kepastian itu disampaikan Bupati saat bertemu dengan para PPPK Paruh Waktu di Ruang Rapat Bupati Lembata, Kamis, 24 Sep

| Sabtu, 26 September 2026
Revitalisasi Sekolah di Lembata Diguyur Rp20 Miliar, Dinas Minta Laporan Fisik

Sebanyak 46 gedung sedang dikerjakan dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua bulan ke depan, sedangkan 16 lainnya

| Jumat, 18 September 2026
Boxing Camp Jadi Ruang Baru Generasi Muda Lembata Meniti Karier Tinju

Pemerintah daerah mengapresiasi langkah Willem Lojor membangun pusat pembinaan tinju yang tidak hanya diarahkan untuk me

| Selasa, 15 September 2026
Melalui Program Desa Berdaya, PLN UIP Nusra Perluas Akses Air Bersih

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini dijalankan berkolaborasi dengan Yayasan Payung Perjuangan Humani

| Selasa, 15 September 2026
Bupati Lembata Lantik Yohakim Dasion Jadi Kades PAW Lamalera A

Selain pelantikan Kades, Ketua TP-PKK Kecamatan Wulandoni pada kesempatan yang sama juga melantik Ketua TP-PKK sekaligu

| Rabu, 09 September 2026
Liga Persebata 2026 Resmi Dimulai, Sportivitas Jadi Sorotan Wabup Nasir

Wabup Nasir menegaskan bahwa sepak bola mengajarkan nilai penting dalam kehidupan, yakni kerja keras, disiplin, sportivi

| Senin, 07 September 2026
Pimpin Rapat Evaluasi APBD 2026, Bupati Kanis: OPD Jangan Fokus Menghabiskan Anggaran

Rapat evaluasi ini guna memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan efektif, disiplin, dan tepat sasaran.

| Jumat, 04 September 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan