Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Harga Dijamin, Skema Baru Selamatkan Petani Jagung di Lembata

Lewat skema pembelian langsung oleh pemerintah daerah, jagung hibrida milik petani kini diserap tanpa perantara.

Admin
Sabtu, 18 April 2026 | 22:56:29 WIB
Dok. Prokompim Setda Lembata

Lembata, Pojoknesia.com — Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata mulai merealisasikan janji untuk mengatasi persoalan klasik yang dihadapi petani jagung, kebuntuan pasar saat panen raya. 

Lewat skema pembelian langsung oleh pemerintah daerah, jagung hibrida milik petani kini diserap tanpa perantara, sebuah langkah yang dinilai praktis namun masih menyisakan pertanyaan soal keberlanjutan.

Program ini dijalankan di fasilitas Penanganan Pasca Panen dan Cadangan Pemerintah di kompleks CWC, Selandoro, Kecamatan Nubatukan, Jumat (17/4/2026). 

Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, hadir langsung dalam pembelian perdana, memantau proses sekaligus memastikan pembayaran kepada petani berjalan transparan. Program pembelian ini dijadwalkan berlangsung rutin setiap Senin dan Kamis.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/agen-brilink-di-lembata-raup-keuntungan-transaksi-capai-miliaran-per-bulan

Berbeda dari praktik umum, pemerintah tidak membeli jagung pipilan, melainkan jagung tongkol dengan kadar air tinggi, bahkan hingga 20 persen.

Kebijakan ini memberi kelonggaran bagi petani yang selama ini kesulitan memenuhi standar kadar air rendah akibat keterbatasan fasilitas pengeringan.

“Ini solusi jangka pendek agar petani tidak terus dirugikan saat panen,” kata seorang pejabat di Dinas Pertanian.

Harga pembelian ditetapkan berjenjang berdasarkan kadar air: di bawah 16 persen Rp4.000 per kilogram, 16–18 persen Rp3.500, 19–20 persen Rp3.250, dan di atas 20 persen Rp3.000. 

Baca Juga; https://pojoknesia.com/di-balik-kenaikan-ipm-desa-cantik-2026-dorong-data-akurat-atasi-kemiskinan

Skema ini memberi insentif bagi kualitas, namun tetap membuka ruang bagi jagung dengan kadar air lebih tinggi untuk terserap.

Sejumlah petani mengaku terbantu. Monika Boi, petani asal Lamahora, menjual 2.240 kilogram jagung dengan kadar air 17 persen dan langsung menerima Rp7,8 juta. 

“Biasanya kami harus tunggu pembeli, bahkan bisa rugi karena harga jatuh,” ujarnya.

Pengalaman serupa disampaikan Raymundus Bapa dari Jontona. Ia menjual 542 kilogram jagung berkadar air 15 persen dan menerima Rp2,16 juta secara tunai. 

“Sekarang lebih pasti, tidak ada tawar-menawar yang merugikan,” katanya.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/hadiri-festival-lamaholot-bupati-lembata-komitmen-jaga-budaya-dan-dorong-transformasi-ekonomi

Setelah pembelian, jagung tidak langsung dipasarkan. Dinas Pertanian melakukan serangkaian proses lanjutan, mulai dari sortasi, pemipilan, hingga pengeringan bertahap, untuk menurunkan kadar air hingga sekitar 14 persen. Proses ini dinilai krusial untuk menjaga kualitas dan meningkatkan nilai jual.

Kepala bidang terkait, Mukthar Hada, menekankan bahwa pengeringan menjadi titik kritis dalam rantai pasok jagung di Lembata. 

“Kalau ini tidak dikelola baik, nilai ekonominya akan terus rendah,” ujarnya.

Selanjutnya, jagung diserahkan ke Dinas Koperasi dan Perdagangan untuk diolah menjadi produk turunan seperti pakan ternak dan beras jagung. 

Baca Juga; https://pojoknesia.com/keluarga-tak-puas-minta-autopsi-ungkap-kematian-kades-laranwutun

Pemerintah berharap hilirisasi ini dapat memperkuat ekonomi lokal sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasar luar daerah. 

Meski disambut positif, sejumlah pengamat menilai langkah ini masih bersifat intervensi jangka pendek yang membutuhkan dukungan sistemik, mulai dari infrastruktur pascapanen hingga akses pasar yang lebih luas.

Tanpa itu, skema pembelian berisiko menjadi solusi sementara yang bergantung pada kemampuan fiskal daerah. 

Namun untuk saat ini, setidaknya, petani jagung di Lembata mulai merasakan kepastian, panen mereka tidak lagi terbuang tanpa harga. (Prokompim/Kominfo Lembata) ***


Bagikan

Berita Terkini

Bupati Kanis Serap Aspirasi Pedagang Pasar Hadakewa

Ia tak sekadar hadir untuk membuka acara Temu Alumni mahasiswa STIPAS Keuskupan Agung Kupang, tapi juga untuk menyerap l

| Minggu, 19 April 2026
Pemda Lembata dan PT Cendana Indopear Bantu Warga Lamaau

Sebanyak tiga mobil tangki dengan total kapasitas 15.000 liter air didistribusikan langsung kepada warga terdampak.

| Sabtu, 18 April 2026
Agen BRILink di Lembata Raup Keuntungan, Transaksi Capai Miliaran per Bulan

Petrus Adriyanto mengungkapkan, dalam sebulan dirinya melayani sekitar 700 hingga 800 transaksi dari masyarakat di Kota

| Jumat, 17 April 2026
Di Balik Kenaikan IPM, Desa Cantik 2026 Dorong Data Akurat Atasi Kemiskinan

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat menjadi 69,70, mencerminkan adanya perbaikan kualitas hidup

| Rabu, 15 April 2026
Bupati Lembata Komitmen Jaga Budaya dan Dorong Transformasi Ekonomi di Festival Lamaholot

Gubernur berharap, ikatan kekerabatan yang menjadi ciri khas masyarakat Lamaholot tidak berhenti pada seremoni semata,

| Sabtu, 11 April 2026
Merajut Kasih di Wailolong, Paskah dan Halal Bihalal Pererat Persaudaraan

Ini bukan hanya tentang perayaan, tetapi bagaimana hati kita dipersatukan dalam kebersamaan.

| Sabtu, 11 April 2026
Keluarga Tak Puas, Minta Autopsi Ungkap Kematian Kades Laranwutun

Selain mendesak Polres Lembata keluarga juga telah menggelar seremonial adat yaitu Buka Lewu.

| Jumat, 10 April 2026
ASDP Tak Mampu Yakinkan Kapten, Upaya 6 Bulan Pemda Lembata Sia-sia

Pihak Syahbandar mengatakan bahwa metode sandar yang saat ini digunakan memiliki risiko tinggi, apalagi struktur mooring

| Kamis, 09 April 2026
Kapal Ferry Gagal Sandar, FORMALEN Ancam Blokir Pelabuhan Lewoleba

FORMALEN menegaskan bahwa secara teknis, pelabuhan sudah siap untuk sandar. Pembersihan puing-puing tiang dolphin nomor

| Jumat, 10 April 2026
Jaga Kesakralan Semana Santa Larantuka, Peziarah Tak Mengutamakan Konten

Kita datang ke Larantuka untuk berziarah dan berdevosi, bukan untuk membuat konten. Jangan sampai kehadiran kita just

| Rabu, 01 April 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan

TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 PojokNesia
Allright Reserved
CONTACT US Lewoleba
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281353967028
POJOKNESIA
Viewers Now: 5