Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Program MBG di Lembata Dikebut, 13 Desa Siap Bangun SPPG

Proyek ini merupakan kolaborasi antara Badan Gizi Nasional dan PT Krakatau Steel, dengan lingkup pengerjaan mencakup puluhan titik di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Admin
Sabtu, 28 Februari 2026 | 20:00:14 WIB
Dok. Prokompim Setda Lembata

Lembata, Pojoknesia.com – Hingga saat ini, baru tiga dari puluhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang direncanakan beroperasi di Kabupaten Lembata. Hal ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah, yang berupaya memenuhi target pembangunan SPPG di wilayah 3T sesuai dengan program prioritas nasional. 

Dalam rapat yang digelar pada 27 Februari 2026, di ruang rapat Bupati, pemerintah daerah bersama perwakilan tim pelaksana PT. Krakatau Steel berkomitmen untuk mempercepat pembangunan sejumlah SPPG di daerah tersebut.

Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq secara langsung memimpin rapat percepatan pembangunan SPPG bersama Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, yang juga Ketua Satgas MBG Kabupaten Lembata, Quintus Irenius Suciadi.

Selain dihadiri perwakilan tim pelaksana dapur MBG wilayah 3T, dan CV. Angker Jaya yang merupakan perwakilan PT. Krakatau Steel di Lembata, juga hadir Kepala Desa dari 13 desa. Hal ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah untuk segera menuntaskan target pembangunan SPPG di Kabupaten Lembata.

Saat ini ada 13 desa di Kabupaten Lembata yang telah mengantongi SK dari Badan Gizi Nasional. Ke-13 desa tersebut diantaranya: Desa Atawai, Bolibean, Tapobali, Atakera, Lamalera A, Puor B, Dulir, Atakore, Nubaboli, Nuba atalojo, Ile Kerbau, Lusilame dan dusun Lamanunang.  

Proyek ini merupakan kolaborasi antara Badan Gizi Nasional dan PT Krakatau Steel, dengan lingkup pengerjaan mencakup puluhan titik di wilayah Nusa Tenggara Timur. 

Melki Habel, Koordinator Wilayah Lembata, Perwakilan PT Krakatau Steel, menjelaskan bahwa pekerjaan awal mencakup pembuatan lantai kerja berukuran 16x11 meter serta pembangunan rumah dengan ukuran 10x15 meter yang sesuai standar Badan Gizi Nasional. 

Menurut Melki, meskipun kontrak dimulai pada November 2025, pekerjaan fisik baru dimulai pada Desember 2025, akibat terkendala cuaca ekstrem yang menyebabkan penundaan.

Lebih lanjut dijelaskannya, pengerjaan proyek ini dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama, mencakup delapan desa prioritas, menargetkan pengiriman unit rumah prototipe dan pemasangan atap pada Maret 2026. Tahap kedua, melibatkan lima desa lainnya, dengan fokus pada penyelesaian pondasi dan pengiriman material. 

Terhadap hal ini, Bupati Kanis menegaskan pentingnya laporan perkembangan yang terstruktur dan terukur, serta evaluasi berkala untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai dengan target.

Selain masalah waktu, Bupati Kanis juga menyoroti masalah kesiapan lahan sebagai faktor utama keberhasilan program ini. 

Kepala desa diminta untuk memastikan status lahan yang digunakan adalah sah, baik itu milik desa atau pihak lain. Jika lahan tersebut bukan aset desa, maka mekanisme sewa-menyewa perlu disepakati sesuai regulasi yang berlaku. 

Ia juga menegaskan pentingnya komunikasi yang responsif antara semua pihak terkait, mengingat masih adanya kendala koordinasi di beberapa titik.

Terkait dengan pengembangan, lima desa tambahan, yaitu Desa Banitobo, Desa Puor, Desa Alap Atadei, Dusun Dangalangu, dan Dusun Wade, juga diusulkan untuk masuk dalam program ini. 

Pengusulan ini sedang diproses di Badan Gizi Nasional untuk mendapatkan SK, yang akan menjadi dasar hukum pelaksanaan kegiatan.

Pemerintah Kabupaten Lembata juga memastikan adanya sinkronisasi program dengan pemerintah pusat dan provinsi, guna mempercepat keberhasilan pembangunan SPPG.

Dengan adanya evaluasi rutin, penjadwalan yang terstruktur, serta dukungan dari pemerintah dan mitra kerja, diharapkan program pembangunan SPPG di Lembata dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi peningkatan gizi masyarakat di wilayah tersebut. (Prokompim/Kominfo Lembata) ***


Bagikan

Berita Terkini

Bupati Lembata Lantik Yohakim Dasion Jadi Kades PAW Lamalera A

Selain pelantikan Kades, Ketua TP-PKK Kecamatan Wulandoni pada kesempatan yang sama juga melantik Ketua TP-PKK sekaligu

| Rabu, 09 September 2026
Liga Persebata 2026 Resmi Dimulai, Sportivitas Jadi Sorotan Wabup Nasir

Wabup Nasir menegaskan bahwa sepak bola mengajarkan nilai penting dalam kehidupan, yakni kerja keras, disiplin, sportivi

| Senin, 07 September 2026
Pimpin Rapat Evaluasi APBD 2026, Bupati Kanis: OPD Jangan Fokus Menghabiskan Anggaran

Rapat evaluasi ini guna memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan efektif, disiplin, dan tepat sasaran.

| Jumat, 04 September 2026
Lembata Bidik Investasi Jambu Mete, Bupati Kanis Genjot Peremajaan 2 Ribu Hektar

Selain pengembangan jambu mete, Pemerintah Kabupaten Lembata juga terus mendorong program strategis pertanian melalui pe

| Senin, 31 Agustus 2026
Bupati Lembata Lantik Kepsek dan Guru, Ingatkan Pentingnya Dedikasi

Secara keseluruhan 90 kepala sekolah menerima SK sebagai bagian dari penataan, terdiri dari jenjang PAUD 14 orang, SD 62

| Sabtu, 29 Agustus 2026
Dorong Kemandirian Pakan Ternak, Bupati Lembata Libatkan Bank NTT

Bupati Kanis menjadikan momen pertemuan itu sebagai bagian dari upaya membangun kolaborasi lintas sektor antara pemerin

| Jumat, 28 Agustus 2026
Hadapi Ancaman Kekeringan, Bupati Lembata Resmikan Sumur Bor

Kehadiran fasilitas sumur bor diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat sekaligus memperkuat kesiapsi

| Jumat, 28 Agustus 2026
Pemkab Lembata Gandeng Bank NTT, Hadirkan Layanan Publik Terpadu Satu Atap

Penandatanganan yang berlangsung di Aula Mal Pelayanan Publik Kabupaten Lembata itu dilakukan langsung oleh Bupati Lemba

| Kamis, 06 Agustus 2026
Kedang Didorong Jadi Destinasi Baru, Bupati Lembata Serahkan Bantuan Nelayan dan Pangan

Bantuan mesin disalurkan kepada kelompok nelayan tiga desa, yakni Kalikur, Mampir, dan Tobotani, yang merupakan aspiras

| Kamis, 27 Agustus 2026
Bank NTT Hadir di Wulandoni, Dorong Kawasan Selatan Lembata Jadi Sentra Ekonomi Baru

Keberadaan pelabuhan perintis telah membuka ruang ekonomi yang lebih luas. Namun, konektivitas tersebut perlu diperkuat

| Selasa, 25 Agustus 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan