Lembata, Pojoknesia.com — Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, resmi melantik dan mengambil sumpah Yohakim Dasion sebagai Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (PAW) Lamalera A, Kecamatan Wulandoni, Selasa (8/9/2026).
Yohakim dilantik berdasarkan Keputusan Bupati Lembata Nomor 603 Tahun 2026 untuk melanjutkan masa jabatan periode 2021–2029, menggantikan Yakobus Gelau yang mengundurkan diri.
Baca Juga; https://pojoknesia.com/liga-persebata-2026-resmi-dimulai-sportivitas-jadi-sorotan-wabup-nasir
Selain pelantikan Kades, Ketua TP-PKK Kecamatan Wulandoni pada kesempatan yang sama juga melantik Ketua TP-PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Desa Lamalera A.
Dalam sambutannya, Bupati Kanisius menyampaikan apresiasi kepada pejabat terdahulu dan mengucapkan selamat mengabdi kepada Yohakim. Ia mengingatkan bahwa amanah kepemimpinan ini dijalankan di tengah keterbatasan fiskal daerah.
“Selamat mengabdi dan melayani masyarakat. Tugas ini tidak ringan, apalagi dalam kondisi fiskal daerah yang sulit. Karena itu, dibutuhkan kerja sama, keterbukaan, dan komitmen bersama,” ujar Kanisius.
Kanisius menekankan pentingnya komunikasi harmonis antara Kades, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, dan tokoh masyarakat. Ia meminta seluruh elemen pemerintahan desa tidak mudah terpengaruh isu media sosial, terutama yang bersumber dari luar daerah.
“Kalau ada persoalan, mari kita duduk bersama dan menyelesaikannya secara internal. Jangan sampai persoalan di desa justru dibawa ke media sosial. Yang dibutuhkan adalah komunikasi dan koordinasi agar persoalan dapat diselesaikan dengan baik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kanisius menyoroti besarnya potensi pariwisata Lamalera. Menurutnya, kekayaan budaya dan tradisi Lamalera dapat menjadikan Lembata sebagai destinasi wisata unggulan di Nusa Tenggara Timur setelah Labuan Bajo. Pengembangan ini nantinya mencakup penataan kawasan potensial seperti Tanjung Baja.
Baca Juga; https://pojoknesia.com/bupati-lembata-lantik-kepsek-dan-guru-ingatkan-pentingnya-dedikasi
Khusus untuk Kades baru, Kanisius memberikan dua instruksi prioritas mendesak; 1) Penanganan Air Bersih: Segera mengoordinasikan perbaikan infrastruktur seperti pompa dan sumur air masyarakat. 2) Penataan Birokrasi Desa: Memenuhi posisi perangkat desa yang kosong agar pelayanan publik berjalan optimal.
“Jadikan desa ini sebagai rumah bersama. Kalau komunikasi dibangun dengan baik, maka berbagai persoalan dapat diselesaikan dan pembangunan bisa berjalan bersama,” pungkas Kanisius.
Baca Juga; https://pojoknesia.com/hadapi-ancaman-kekeringan-bupati-lembata-resmikan-sumur-bor
Turut hadir dalam acara tersebut Wabup Lembata periode 2006–2011 Andreas Nula Liliweri, Ketua TP-PKK Kabupaten Lembata, Asisten III Setda Lembata, pimpinan OPD, Plt. Camat Wulandoni, unsur Forkopimcam, kepala desa se-Kecamatan Wulandoni, BPD, tokoh masyarakat, dan Pastor Paroki Lamalera. (Prokompim/Kominfo Lembata) ***