Lewoleba, Pojoknesia.com — Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, SP., menghadiri peresmian Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lembata yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kementerian Agama Kabupaten Lembata, Senin (9/2/2026).
Peringatan HUT ke-23 Kementerian Agama Kabupaten Lembata dan peresmian Gedung PLHUT tahun ini mengusung tema “ Menghadirkan Pelayanan Berkualitas yang Berdampak bagi Umat ”, selaras dengan tema Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”. Tema ini menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam menghadirkan pelayanan publik yang profesional, berintegritas, serta memperkuat kerukunan dan moderasi beragama di tengah masyarakat.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lembata, H. Jamaluddin Malik, S.Ag menyampaikan sekapur sirih mengenai perjalanan kelembagaan Kementerian Agama Lembata sejak berdiri pada tahun 2002 hingga memasuki usia ke-23 tahun. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata atas dukungan berkelanjutan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Agama di daerah.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi NTT, Hasan Manuk menjelaskan bahwa pembangunan Gedung PLHUT Kabupaten Lembata bersumber dari pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Ia menegaskan bahwa gedung tersebut dibangun bukan untuk menonjolkan kemegahan fisik, melainkan untuk memastikan pelayanan haji dan umrah berjalan lebih tertib, efektif, dan akuntabel.
Sementara itu, Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P, mengatakan bahwa keberadaan Gedung PLHUT diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, pelayanan haji dan umrah menyangkut harapan, pengorbanan, serta kepercayaan umat, sehingga harus dikelola secara profesional, transparan, dan manusiawi.
“Gedung ini harus menjadi ruang pelayanan yang benar-benar memudahkan masyarakat. Yang dibutuhkan umat bukan kemegahan bangunan, tetapi pelayanan yang cepat, jelas, dan berorientasi pada kebutuhan mereka,” tegas Bupati.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kementerian Agama Kabupaten Lembata atas pengabdian selama 23 tahun dalam menjaga kerukunan umat beragama serta memperkuat toleransi di tengah masyarakat Lembata yang majemuk. Ia menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan antara Pemerintah Daerah, Kementerian Agama, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun daerah yang religius dan harmonis.
Di sisi lain, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, Fransiskus karianto, S.AG, M.Si menegaskan bahwa usia 23 tahun merupakan fase kedewasaan institusi. Ia mengingatkan seluruh aparatur sipil negara Kementerian Agama untuk terus meneguhkan peran sebagai pelayan publik yang berintegritas, profesional, dan rendah hati, agar kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh umat.
Peresmian Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT yang didampingi Bupati Lembata, Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi NTT, Ketua DPRD Kabupaten Lembata, serta unsur Forkopimda.
Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, Bupati Lembata, dan Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi NTT. Usai penandatanganan prasasti, Bupati Lembata melakukan pengguntingan pita sebagai tanda dimulainya operasional Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lembata.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi NTT, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lembata, pimpinan instansi vertikal, para kepala dan perwakilan Kantor Kementerian Agama se-Provinsi NTT, pimpinan dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama lintas iman, serta tamu undangan lainnya. (Prokopim/Kominfo Lembata) ***