Dari pojok nusantara untuk Indonesia

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Keluarga Tak Puas, Minta Autopsi Ungkap Kematian Kades Laranwutun

Selain mendesak Polres Lembata keluarga juga telah menggelar seremonial adat yaitu Buka Lewu.

Admin
Jumat, 10 April 2026 | 23:26:54 WIB
Dok Istimewa

Lembata, Pojoknesia.com - Warga Waipukang mendatangi Markas Polres Lembata. Kehadiran warga Waipukang ini guna meminta Kapolres Lembata, Nanang Wahyudi, untuk melakukan autopsi terhadap jenazah Kepala Desa Laranwutun, Polikarpus Demon (Apol Tedemaking).

Kuasa hukum keluarga Polikarpus, Donasius Hadi Nilan Putra, S.H menjelaskan, tujuan warga Waipukang bertemu Kapolres Lembata hanya satu yaitu menuntut Kapolres agar segera melakukan autopsi.

Donasius kepada media menerangkan, hasil pertemuan warga bersama Kapolres Lembata, menyampaikan bahwa autopsi akan segera dilaksanakan pada 15 April 2026.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/lembata-raih-ipp-tertinggi-di-ntt-10-layanan-masih-tertahan-di-kategori-c

“Pertemuan tadi dengan orangtua itu, dijanjikan Kapolres itu tanggal 15 autopsi. Tapi kami dari Tim Kuasa Hukum itu belum dapat SP2HP tentang jadwal autopsi,”terang Donatus.

Menurut Kapolres Lembata, Nanang Wahyudi pihak Polres Lembata telah melakukan koordinasi dengan dokter forensik di Kupang. Dan Dokter forensik di Kupang menjanjikan pada tanggal 15 April 2026 akan datang ke Lembata untuk melakukan Autopsi jenazah kades Laranwutun,”sebut kapolres Nanang.

Menurut Kapolres Nanang, jadwal ini juga masih menunggu kepastian dari dokter forensik. Sebab, yang bersangkutan juga masih ada jadwal autopsi di kabupaten lain.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/asdp-tak-mampu-yakinkan-kapten-upaya-6-bulan-pemda-lembata-sia-sia

Dengan adanya autopsi ini, Nanang berharap agar peristiwa penyebab meninggalnya Kepala Desa Laranwutun menjadi terang-benderang.

Untuk diketahui, Alm Polikarpus ditemukan tak sadarkan diri pada 08 Februari 2026 di tepi jalan Desa Watodiri. Polikarpus lalu dilarikan ke RSUD Lewoleba. Setelah Lima hari mendapatkan perawatan, Polikarpus dinyatakan meninggal dunia.

Meninggalnya Almarhum Polikarpus ini keluarga merasa ada kejanggalan karena almarhum sempat menyebut dua nama. Kata istri alm Polikarpus, Hycinta Sili Domaking bahwa, sebelum ditemukan dan dalam keadaan tak sadar almarhum Polikarpus sempat menyebut dua nama itu tanpa menceritakan apapun. Ia juga menyebut “Kobar”, nama kelompok arisan.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/pemda-lembata-gelar-turnamen-mancing-nasional-gaet-peserta-mancanegara

“Dia sebut nama saja, ada dua orang (yang dia sebut),” kata Hycinta. Bahkan sampai dengan saat ini juga sendal milik Polikarpus dan Spion motor sebelah kiri juga tidak ditemukan di TKP,”ungkap Hycinta istri almarhum Polikarpus.

Pengacara Keluarga Korban, Donasius menegaskan, meninggalkan Almarhum Polikarpus ini terdapat banyak kejanggalan. Hal itu yang membuat keluarga perlu mengajukan pengaduan di Polres Lembata.

Donasius mengatakan bahwa kondisi motor Alm Polikarpus mulus, tidak nampak bekas kecelakaan. Begitupun tanda-tanda kecelakaan pada tubuh Alm Polikarpus juga tidak ada.

Baca Juga: https://pojoknesia.com/kapal-ferry-gagal-sandar-formalen-ancam-blokir-pelabuhan-lewoleba

“Dari hasil gelar perkara itu, dari tim ahli yang dihadirkan kepolisian itu tidak bisa menyimpulkan kematian alm, makanya kami keluarga melaporkan kembali karena ini ada kejanggalan,” ujar Don.

Selain mendesak Polres Lembata keluarga juga telah menggelar seremonial adat yaitu Buka Lewu. Tujuannya agar hal-hal yang menghambat pengusutan kasus ini dapat dinetralisir. Upacara ritual ini Sebagian besar warga Waipukang hadir menyaksikan, bersama dengan para pemangku adat dan aparat Desa Laranwutun.

Salah satu tokoh Lembaga Adat Desa Laranwutun, Yohanes Dolu Nilan, kepada media ini menegaskan bahwa Buka Lewu merupakan seremonial adat untuk melancarkan proses yang selama ini.

Baca Juga; https://pojoknesia.com/banyak-catatan-kritis-dprd-lembata-di-musrenbang-rkpd-2027

“Ritual ini untuk memuluskan jalan sehingga tidak ada hambatan. Kami meyakini bahwa semua proses perjuangan ini Lewu (kampung) memberikan restu agar semua proses autopsi ini berjalan lancar dan mulus. Ritual ini permohonan restu dari warga Lewu. Almarhum bukan masyarakat biasa, dia adalah Kepala Desa aktif," ungkap Dolu.

Kami berharap agar proses ini dapat berjalan lancar, termasuk pihak polisi yang bekerja juga tidak mengalami hambatan,”tandas. ***


Bagikan

Berita Terkini

ASDP Tak Mampu Yakinkan Kapten, Upaya 6 Bulan Pemda Lembata Sia-sia

Pihak Syahbandar mengatakan bahwa metode sandar yang saat ini digunakan memiliki risiko tinggi, apalagi struktur mooring

| Kamis, 09 April 2026
Kapal Ferry Gagal Sandar, FORMALEN Ancam Blokir Pelabuhan Lewoleba

FORMALEN menegaskan bahwa secara teknis, pelabuhan sudah siap untuk sandar. Pembersihan puing-puing tiang dolphin nomor

| Jumat, 10 April 2026
Jaga Kesakralan Semana Santa Larantuka, Peziarah Diminta Tak Mengutamakan Konten

Kita datang ke Larantuka untuk berziarah dan berdevosi, bukan untuk membuat konten. Jangan sampai kehadiran kita justr

| Rabu, 01 April 2026
Lembata Raih IPP Tertinggi di NTT, 10 Layanan Masih Tertahan di Kategori C

Ini menjadi tantangan Pemerintah Daerah untuk menjaga ritme kerja birokrasi, memperkuat kolaborasi di semua lintas sekt

| Kamis, 26 Maret 2026
Pemda Lembata Gelar Turnamen Mancing Nasional, Gaet Peserta Mancanegara

Fokus utama pembahasan adalah penyelenggaraan turnamen memancing yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, dengan

| Kamis, 19 Maret 2026
Banyak Catatan Kritis DPRD Lembata di Musrenbang RKPD 2027

Ketua DPRD Syafrudin Sira, dalam penyampaian pokok-pokok pikiran lembaganya, tidak hanya memberi dukungan politik terhad

| Rabu, 18 Maret 2026
PAD Lembata Melambat, Bupati Kanis; Percepat Kinerja dan Optimalisasi

Pemerintah daerah mengidentifikasi sejumlah faktor yang memengaruhi lambatnya realisasi PAD, terutama pada sektor paja

| Selasa, 17 Maret 2026
Antisipasi Harga Pangan, Pemerintah Lembata Gelontorkan 75 Ton Pangan Murah

Pemerintah daerah menilai intervensi pasar perlu dilakukan lebih awal untuk meredam potensi lonjakan harga yang biasanya

| Selasa, 17 Maret 2026
Resmi Kantor Pelni Lembata, Bupati Kanis; Menjadi Langkah Penggerak Ekonomi

Kantor ini ke depan akan ditingkatkan statusnya menjadi kantor cabang. Prosesnya sedang berjalan dan tidak lama lagi ak

| Rabu, 11 Maret 2026
Indeks Berita

Poling

Pemerintah berencana mengkombinasikan iuran BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta bagi keluarga mampu. Apakah Anda setuju kelas khusus BPJS Kesehatan

TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 PojokNesia
Allright Reserved
CONTACT US Lewoleba
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281353967028
POJOKNESIA
Viewers Now: 1