Lembata, Pojoknesia.com - Pemerintah Kabupaten Lembata menegaskan pentingnya sinergi antara gereja dan pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan sosial dan moral masyarakat.
Pesan itu disampaikan Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Quintus Irenius Suciadi, pada perayaan Hari Ulang Tahun Paroki St. Fransiskus de Sales Pada, yang dipadukan dengan pelantikan Pastor Paroki dan pelantikan Dewan Pastoral Paroki (DPP), Dewan Pastoral Stasi/Lingkungan (DPS/L), serta Kelompok Basis Gerejawi (KBG), Rabu (4/2//26).
Pelantikan Pastor Paroki St. Fransiskus de Sales (SFS) Pada, P. Anil Kumar dan pengurus dewan paroki berlangsung dalam Perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin langsung oleh Deken Lembata, RD Philipus Sinyo da Gomez. Momentum itu sekaligus dirangkaikan dengan perayaan hari ulang tahun sang Deken.
Seusai misa, umat dan tamu undangan mengikuti acara syukuran bersama di pelataran Seminari Santu Fransiskus de Sales Pada.
Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa kehadiran Kongregasi MSFS di Lembata bukan sekadar entitas religius, melainkan bagian dari kekuatan sosial yang berkontribusi dalam pembinaan karakter dan pembangunan kemanusiaan di Indonesia secara umum dan di Lembata secara khususnya.
“Kami berharap Kongregasi MSFS terus bertumbuh sebagai lembaga yang kokoh dalam iman dan konsisten dalam pelayanan sosial,” tulis Bupati.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi gereja dalam menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Lembata.
Bupati Kanis meminta Pastor Paroki yang baru bersama jajaran DPP dan KBG untuk membangun tata kelola pelayanan yang kolaboratif.
Menurut Bupati, gereja memiliki posisi strategis dalam merawat solidaritas sosial, memperkuat nilai toleransi, dan menanamkan etos gotong royong di tingkat akar rumput.
“Mari jadikan perbedaan sebagai kekuatan dan kekayaan bersama, bukan sebagai sekat,” demikian pesan yang dibacakan di hadapan umat dan unsur Forkopimda.
Ia juga secara khusus menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada RD Philipus Sinyo da Gomez seraya mendoakan agar kepemimpinan dekenat tetap menjadi jangkar persatuan gereja lokal.
Pemerintah daerah, kata Bupati Kanis, berkomitmen menjaga komunikasi yang konstruktif dengan institusi keagamaan sebagai mitra strategis pembangunan.
Perayaan yang berlangsung sejak pukul 17.00 Wita itu dihadiri unsur DPRD, Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Kecamatan Nubatukan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Lembata, rangkaian pesta iman tersebut menjadi momentum konsolidasi sosial, di mana gereja dan negara bertemu dalam kepentingan yang sama: membangun masyarakat yang rukun, toleran, dan sejahtera. ***