Lembata, Pojoknesia.com – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai Lapangan Kawang Moleng, Desa Wailolong, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Jumat (10/4/2026).
Warga dari berbagai latar belakang agama berkumpul dalam kegiatan Silaturahmi Paskah dan Halal Bihalal yang berlangsung khidmat dan sarat makna.
Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan lintas iman, di mana masyarakat melebur dalam semangat persaudaraan tanpa sekat. Tawa, sapaan hangat, dan kebersamaan menjadi gambaran nyata keharmonisan yang terjalin di tengah masyarakat.
Baca Juga; https://pojoknesia.com/keluarga-tak-puas-minta-autopsi-ungkap-kematian-kades-laranwutun
Acara tersebut merupakan hasil kolaborasi antara remaja masjid, Orang Muda Katolik (OMK), pemerintah desa, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. Ketua panitia, Martinus Mamuq, mengatakan kegiatan ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menjadi momentum untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan sosial pasca perayaan Idulfitri dan Paskah.
“Ini bukan hanya tentang perayaan, tetapi bagaimana hati kita dipersatukan dalam kebersamaan,” ujarnya.
Selain doa bersama dan ceramah rohani, kegiatan juga diisi dengan malam amal. Dana yang terkumpul akan dimanfaatkan untuk pembangunan rumah ibadat, termasuk masjid, sebagai wujud nyata semangat gotong royong lintas agama di Wailolong.
Baca Juga; https://pojoknesia.com/lembata-raih-ipp-tertinggi-di-ntt-10-layanan-masih-tertahan-di-kategori-c
Pesan rohani disampaikan Pastor Paroki St. Fransiskus Balauring, Pater Maksimus Labut Rao. Ia mengajak seluruh umat untuk memandang sesama sebagai wujud kehadiran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
“Ketika kita melihat sesama dengan kasih, kita sedang melihat Tuhan hadir dalam diri mereka. Karena itu, perlakukanlah satu sama lain dengan hormat dan cinta,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya kontribusi nyata masyarakat dalam pembangunan daerah, dengan mengedepankan semangat memberi bagi kemajuan bersama.
Baca Juga; https://pojoknesia.com/pemda-lembata-gelar-turnamen-mancing-nasional-gaet-peserta-mancanegara
Sementara itu, Wakil Bupati Lembata, Muhamad Nasir, yang hadir mewakili pemerintah daerah, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Bupati Lembata. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya menjaga nilai kebersamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, halal bihalal merupakan tradisi khas Indonesia yang mampu menyatukan perbedaan agama dan budaya. Ia menilai keberagaman bukanlah penghalang, melainkan kekuatan apabila dilandasi nilai-nilai bersama.
“Seperti dalam matematika, pecahan yang berbeda dapat dijumlahkan jika memiliki penyebut yang sama. Dalam kehidupan berbangsa, penyebut itu adalah Pancasila,” jelasnya.
Baca Juga; https://pojoknesia.com/asdp-tak-mampu-yakinkan-kapten-upaya-6-bulan-pemda-lembata-sia-sia
Lebih lanjut, ia mengaitkan makna Idulfitri dan Paskah sebagai simbol transformasi menuju kehidupan yang lebih baik, serta mengajak masyarakat menjadikan semangat kebersamaan sebagai fondasi membangun masa depan daerah.
"Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menghadirkan harapan bahwa nilai persaudaraan dan toleransi akan terus tumbuh di tengah masyarakat", tutup Wakil Nasir. ***