Lembata, Pojoknesia.com – Sebuah aksi heroik ditunjukkan oleh anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Desa Banitobo, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), saat upacara penurunan bendera Merah Putih, Minggu (17/8/26).
Aksi tersebut dilakukan oleh Deni Lengary, seorang putra asal Desa Banitobo yang dipercaya menjadi anggota Paskibra tingkat desa. Dengan penuh keberanian, Deni memanjat tiang bendera setinggi 11 meter setelah tali pengerek bendera tiba-tiba putus saat prosesi penurunan bendera berlangsung.
Insiden itu menyebabkan bendera Merah Putih tersangkut di ujung tiang dan tidak dapat diturunkan. Melihat situasi tersebut, Deni tanpa ragu mengambil tindakan cepat demi menyelamatkan Sang Saka Merah Putih sekaligus memastikan jalannya upacara tetap berlangsung khidmat.
Saat dihubungi Pojoknesia melalui sambungan WhatsApp, Deni menceritakan bahwa peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba ketika petugas Paskibra hendak menurunkan bendera.
Baca Juga; https://pojoknesia.com/momentum-hut-ke-81-ri-ptsl-lembata-terbitkan-2012-sertipikat-tanah
"Pada saat upacara penurunan bendera berlangsung, tiba-tiba tali pengerek putus, sementara bendera masih tersangkut di ujung tiang. Saya langsung panjat tiang agar bendera bisa segera diturunkan dan upacara tetap berjalan sebagaimana mestinya," ujar Deni.
Tanpa menggunakan alat pengaman khusus, Deni memanjat tiang bendera hingga mencapai bagian atas untuk melepaskan bendera yang tersangkut. Setelah berhasil meraih dan menurunkan bendera, ia kembali bergabung dalam barisan Paskibra untuk melanjutkan tugasnya.
Baca Juga; https://pojoknesia.com/bupati-kanis-kukuhkan-10-anggota-paskibra-tahun-2026
Tindakan spontan tersebut sontak mengundang decak kagum para peserta upacara. Tepuk tangan meriah pun mengiringi langkah Deni saat kembali ke barisan, sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan rasa tanggung jawab yang ditunjukkannya.
Aksi heroik Deni juga sempat direkam oleh peserta upacara. Bagi masyarakat yang menyaksikan langsung, tindakan Deni bukan sekadar aksi nekat, melainkan wujud kecintaan terhadap bangsa dan penghormatan kepada Sang Merah Putih yang menjadi simbol persatuan dan kedaulatan Republik Indonesia. ***